ANDI BASO MANNAN, S.Sos

ANDI BASO MANNAN, S.Sos

ANGGOTA

NAMA LENGKAP A. BASO MANNAN, S.Sos.
PARTAI DEMOKRAT
DAERAH PEMILIHAN DAPIL II (BALUSU, SOPPENG RIAJA, MALLUSETASI)
TEMPAT / TANGGAL LAHIR TAKKALASI, 1 JANUARI 1957
ALAMAT LENGKAP BINUANG, KEC. BALUSU
PENDIDIKAN TERAKHIR S 1
LATAR BELAKANG SEBELUM DUNIA POLITIK
NAMA ISTRI / SUAMI ANDI NURAENI
NAMA ANAK 1. A. TENRIANNA, SE.

IMG_6857Dunia politik bagi A. Baso Mannan merupakan hal yang sangat dinamis. Puang Baso demikian pria kelahiran Takkalasi 1 Januari 1957 ini akrab dipanggil oleh rekannya maupun masyarakat umum. “saya katakan bahwa politik itu sangat dinamis karena kebijakan dan posisi yang diambil partai politik dan kadernya bisa berubah setiap saat. Tidak ada hitam dan putih semuanya bisa bertukar posisi sesuai dengan dinamika yang terjadi di lapangan”. Terlebih di era teknologi dan informasi yang berkembang pesat akhir-akhir ini, dalam sekejap kita bisa mengetahui isu yang sedang berkembang baik melalui media mainstream maupun media sosial, tidak ada lagi batasan terhadap perkembangan informasi terkini sehingga sebagai organisasi, parpol bisa bertindak reaktif setiap saat melaraskan diri dengan kondisi kekinian. “Saya banyak menerima aspirasi masyarakat dari perbincangan di warung kopi, ini semua karena  kondisinya yang lebih non formal dan santai dibanding jika saya melakukan kegiatan reses secara khusus”.

“Resikonya adalah satu warung, kopinya saya yang bayarkan, tapi tidak mengapa karena saya justru banyak menerima masukan dari perbincangan santai itu”.

Kiprah A. Baso Mannan di legislatif Barru  bermula dari pencalegan lewat Partai Demokrat pada Pemilihan Umum tahun 2014, melalui dapil II kecamatan Balusu, Soppeng Riaja dan Mallusetasi, ia bersama dua kader demokrat lainnya dari dapil I dan dapil II berhasil masuk ke DPRD baru sehingga Partai Demokrat berhasil membentuk I Fraksi di DPRD Kab. Barru yakni Fraksi Demokrat. Pria yang hobi bercanda ini menamatkan pendidikan S1 di STIA Al Gazali Barru dan sangat aktif dalam kegiatan rutin DPRD Kabupaten Barru, baik itu dalam kegiatan reses, peninjauan lapangan, konsultasi maupun kunjungan kerja yang sangat menyita waktu dan energi. “Saya berharap Barru suatu saat bisa menjadi icon dari Sulawesi Selatan dengan keistimewaan yang khas sebagaimana Kabupaten Tana Toraja maupun Kota/Kabupaten lain di Sulawesi Selatan yang sudah lebih dahulu tenar”, ungkapnya mengakhiri sesi wawancara dengan redaksi.