ANDI DHARWANA

ANDI DHARWANA

ANGGOTA

NAMA LENGKAP ANDI DHARWANA
PARTAI PDIP
DAERAH PEMILIHAN DAPIL II (BALUSU, SOPPENG RIAJA, MALLUSETASI)
TEMPAT / TANGGAL LAHIR BARRU, 7 SEPTEMBER 1975
ALAMAT LENGKAP JL. MUH. DG. PATOBO
PENDIDIKAN TERAKHIR S  M  A
LATAR BELAKANG SEBELUM DUNIA POLITIK
NAMA ISTRI / SUAMI YAHYA, SP.
NAMA ANAK

 

 

1. ANDI MUH. DHAYA PERDANA

2. ANDI MUH. DWI FATTAH PALLAWAGAU

3. ANDI TRYANA FATIMANG RATU

IMG_6847Siapa yang tidak mengenal Andi Lukman Palowongi, tokoh masyarakat binuang yang berulang kali terpilih mewakili dapil dua  sebagai anggota DPRD Barru meskipun berpindah-pindah partai.

Sepeninggal beliau, Andi Dharwana didaulat untuk menggantikan peran dan posisi almarhum ayahnya, siap atau tidak, ibu dari 3 anak ini telah mewarisi nama besar dari seorang tokoh yang sangat disegani di kabupaten barru.

Setelah sebelumnya melalui proses pergantian antar waktu, pada pemilihan umum legislatif tahun 2014, andi dharwana membuktikan bahwa beliau adalah pribadi yang mandiri yang tidak selalu mengekor di balik kebesaran nama seseorang. Lewat Partai  Demokrasi Indonesia Perjuangan, Istri dari Yahya, SP ini memantapkan karir politiknya untuk mengemban amanah dari Daerah pemilihan II khususnya Kecamatan balusu.

Wanita Kelahiran 7 Semptember 1975 ini berharap diperiode yang kedua lebih banyak melakukan karya-karya positif kepada masyarakat khususnya dalam pembinaan adat dan kebudayaan di Kecamatan Balusu. Seiring perkembangan jaman dan teknologi yang semakin mengancam eksistensi adat istiadat masyarakat, diperlukan berbagai bentuk perlindungan agar adat istiadat yang tumbuh dan berkembanga dalam kehidupan masyarakat tidak musnah ditelan peradaban.

Kehadiran beliau ditengah tengah masyarakat balusu menjadi cerminan bagai peran seorang wanita dalam menjaga adat istiadat yang telah tumbuh dan menyatu dalam kehidupan masyarakat. Pilar pilar penjaga kebudayaan seperti yang dilakukan oleh Colliq Pujie, pejuang sastra dari barru turut mengilhami beliau untuk mempertahankan apa yang selama ini telah menjadi tradisi didalam masyarakat.

Alumni SD Inpres Lapao Tahun 1988, SMP Negeri 1 Balusu Tahun 1991 dan SMU Negeri 1 Barru tahun 1994 ini juga berharap bahwa peran wanita dalam proses pembangunan tidak dipandang sebelah mata, dengan berbagai program kesetaraan yang dilakukan pemerintah, harusnya wanita mendapat tempat sebagai pemain utama bukan lagi cadangan seperti yang selama ini terjadi dalam masyarakat.” Wanita Barru harus mampu memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dan secara khusus keluarga yang menjadi pilar dari setiap upaya pembentukan karakter, sehingga dari sosok seorang wanita akan muncul suami yang bekerja dengan tenang dan anak-anak yang tumbuh dengan karakter serta pribadi yang mandiri” tegas beliau