Drs. ABUJAHJA MUHAMMAD

Drs. ABUJAHJA MUHAMMAD

ANGGOTA

NAMA LENGKAP Drs. H. ABUJAHJA MUHAMMAD
PARTAI PAN
DAERAH PEMILIHAN DAPIL III (TANETE RILAU, TANETE RIAJA, PUJANANTING)
TEMPAT / TANGGAL LAHIR BARRU, 5 DESEMBER 1942
ALAMAT LENGKAP JL. H.M. SEWANG NO. 25 BARRU
PENDIDIKAN TERAKHIR S 1
LATAR BELAKANG SEBELUM DUNIA POLITIK PENSIUNAN PNS
NAMA ISTRI / SUAMI HJ. NURJANNAH, BA.
NAMA ANAK

 

 

 

1. Drs. FATMA ABUJAHJA

2. Drs. FARIADI ABUJAHJA

3. ASTUTI ABUJAHJA

4. ISYANA ABUJAHJA, ST

5. ASHADI ABUJAHJA, ST.

IMG_6860Abu demikian ia akrab dipanggil, merupakan politisi senior di Kab. Barru. Pensiunan PNS yang pernah menjabat Sekwilda Tk. II Enrekang ini, meski usianya sudah menginjak angka 70-an tidak kalah gesit dengan legislator lainnya yang usianya masih muda. Latar belakangnya sebagai seorang birokrat memberikannya kelebihan tersendiri sehingga dipercaya untuk mengetuai Komisi III di DPRD Kab. Barru. H. Abu terkenal nyaring dalam rapat-rapat maupun sidang-sidang yang dilakukan oleh DPRD Barru. Buah pikirannya sering menjadi rujukan bagi kawan sesama legislator. Meski tidak sedikit diantaranya menjadi kontroversi karena mendapat penentangan dari kawan legislator lainnya. “Tapi itulah Dinamika di DPRD”. “Perdebatan bukan hal yang diharamkan dalam sidang, maupun rapat yang digelar, justru itulah yang memberikan warna bahwa DPRD itu bukan hanya 4D (Datang, Diam, Duduk, Duit) sebagaimana anggapan masyarakat luas”. Alumni Fakultas Sospol UNHAS tahun 1972 ini termasuk anggota DPRD yang paling sering lolos terpilih menjadi anggota legislatif dengan partai yang beragam, mulai dari PBR, PNN hingga yang terakhir kalinya terpilih melalui PAN (Partai Amanat Nasional). Ayah dari 5 orang anak yang semuanya telah dewasa dan sukses bekerja ini terbilang aktif dan mandiri di usia yang sudah lanjut. Perjalanan dinas untuk kepentingan kunjungan kerja, konsultasi, bimbingan teknis dsb. meskipun menyita energi tidak menjadi halangan baginya. Istrahat yang cukup dan rajin puasa senin-kamis menjadi resep kebugaran dari H. Abu.  “Kunjungan kerja sering menjadi dilema bagi saya” ujarnya. “Bagaimana tidak kita terbiasa dijamu dengan makanan yang lezat namun tinggi lemak dan kolesterol, sementara saya harus membatasi asupan makanan untuk menjaga kondisi tubuh”. “Akhirnya kita makan juga dengan niatan dijadikan obat alias “Pabbura Cinna” asal porsinya tidak berlebihan.