HJ.MARWA, S.Sos

HJ.MARWA, S.Sos

Anggota

NAMA LENGKAP HJ.MARWA, S.Sos
PARTAI GOLKAR
DAERAH PEMILIHAN
TEMPAT / TANGGAL LAHIR
ALAMAT LENGKAP
PENDIDIKAN TERAKHIR
LATAR BELAKANG SEBELUM DUNIA POLITIK
NAMA ISTRI / SUAMI
NAMA ANAK

 

 

IMG_6871Legislator wanita ini merupakan incumbent yang berhasil duduk di kursi DRPD Kabupaten Barru setelah pada periode sebelumnya 2009-2014 terpilih menjadi anggota DPRD. Srikandi wanita di DRPD Barru ini berlatar belakang pengusaha tambak yang kemudian terjun ke bidang politik pada tahun 1992 karena ajakan salah seorang fungsionaris Golkar di Kecamatan Mallusetasi. Sempat menjabat sebagai bendahara di pengurus Golkar Kecamatan, Hj. Marwah dipercayakan menjadi caleg dari Partai Golkar pada tahun 2008 dan berhasil pada pemilu tahun 2009. Selama menjadi anggota legislatif beliau telah mengikuti berbagai pelatihan / workshop yang diselenggarakan untuk anggota legislatif baik di tingkat wilayah maupun pusat. Berbekal pengalaman sebagai anggota DPRD pada periode sebelumnya, Hj. Marwah menjadi salah satu legislator incumbent  dari dapil 2 (kecamatan Balusu, Soppeng Riaja, Mallusetasi) yang berhasil kembali duduk di kursi DPRD Kabupaten Barru dengan raihan suara 1254 pada pemilu tahun 2014.

Jika bernostalgia dengan pencapaian hidupnya saat ini, Hj. Marwah mengaku kadang heran dan tidak percaya dengan apa yang diraihnya saat ini. “Saya ini termasuk gadis yang cepat menikah sehingga bangku SMA sempat saya tinggal akibat berkeluarga”. Namun hikmah di balik ini adalah suami sangat mendukung semua kegiatan positif yang saya lakukan sepanjang tidak mengabaikan aktivitas sebagai ibu rumah tangga. Akhirnya saya melanjutkan pendidikan melalui pendidikan kesetaraan non formal yang akhirnya  menjadi bekal untuk berkiprah sebagai bendahara Golkar tingkat Kecamatan Mallusetasi. Hal ini pula yang mengantarkan kiprah saya menjadi legislator saat ini. Karena meyakini arti pentingnya pendidikan, saya melanjutkan pendidikan di STIA Al Gazali Barru dan mencapai Gelar S1 saya untuk memberi motivasi anak-anak saya bahwa karier dan pendidikan tidak berakhir akibat pernikahan.